Wednesday, April 2, 2008

Konflik Internal

Pada hari sabtu sore menjelang maghrib, aku menghadapi sebuah konflik dengan orang tuaku…yang secara langsung beliau memojokkan diriku mengenai masalah arisan. pada saat itu aku memang belum bayar arisan. Ya, aku tahu aku harus tanggung jawab dalam bayar arisan jangan hanya ingin dapatnya saja tapi juga harus tanggung jawab dalal membayarnya. Tapi saat itu aku memang benar-benar tidak punya uang untuk bayar arisan, karena tugasku yang begitu banyak harus mengeluarkan uang, makanya uangku benar-benar habis buat tugas kuliah ku dan lain sebagainya. Maksud ku, aku minta bayarin dulu sama umiku secara beliau yang pegang uang arisan. Apa salahnya sesekali aku minta bayarin arisan sama umiku…cz aku memang benar-benar lagi ga punya uang, tapi umiku malahan memojokkan diriku dan mengeluarkan ucapan yang dalam bagiku. “mana tanggung jawabnya ikut arisan”. Sejenak aku benar-benar merasa sedih dan kesal bangat umiku bilang demikian…aku sebal sama umiku sampai akhirnya aku diam-daim (marah) selama dua hari sama umiku.

Aku menangis semalam di kamar memikirkan ucapan umiku yang dalam buatku, yang seharusnya pada malam minggu itu aku happy (kumpul bersama-sama dengan sahabatku sekalian menginap), tapi aku malahan menangis dikamar. Hu…BT bangat rasanya!!! malam minggu itu benar-benar kelabu bagiku. BT bgt rasanya malam itu…baru kali ini aku merasakan malam minggu yang benar-benar hampa tanpa sahabat dan someone disisiku.hehehe…selain itu aku juga merasa dipojokkan bangat sama umiku. Tapi setelah dua hari diam-diaman aku sadar bahwa aku juga salah…langsung saat itu aku mulai berbincang-bincang lagi dengan umiku, sampai akhirnya kami kembali baik.

No comments: